Banyak perusahaan manufacturing melakukan proses set up sistem namun belum memahami konsep kunci dalam melakukan proses penyusunan sistem yang ada dalam penetapan SOP yang dimaksudkan tersebut.
Berikut adalah 5 prinsip penting yang sangat diperlukan dalam memperhatikan proses penyusunan SOP. Lalu apa kelima prinsip yang dibutuhkan tersebut?
(a) Sistem Kuantifikasi Produksi
Adalah penting bagi perusahaan untuk dapat menetapkan sistem operasional produksi. Perhitungan mulai dari kapasitas mesin ataupun dari kapasitas operasional kemampuan manusia dalam melakukan proses realisasi produksi. Penetapan kuantifikasi produksi yang dimaksud menjadi bagian penting dalam penetapan satuan penetapan pengadaan dan proses lainnya.
(b) Sistem Perencanaan
Bagaimana proses perencanaan harus dijalankan, penetapan standar lead time, kebutuhan minimum stock harus dipastikan dilakukan sejalan dengan proses untuk menjalankan bagaimana tahapan produksi dijalankan dengan perencanaan yang matang.
(c) Sistem Penetapan Kualitas
Kualitas adalah suatu keharusan yang tidak boleh dilupakan oleh perusahaan yang menjalankan sistem dengan berbasiskan manajemen manufacturing. Adapun standar kualitas ini adalah menjadi point strategis untuk dapat mencapai porsi kekuatan produk. Penetapan kualitas pada beberapa perusahaan dijalankan dengan melalui riset dan analisis kebutuhan dari pasar itu sendiri.
(d) Pengembangan SDM
Dalam industri yang memiliki kekuatan untuk mengelola sumber daya manusia. Kemampuan untuk mengembangkan sumber daya manusia tentunya adalah mutlak. Bagaimana dengan kekuatan mengembangkan SDM tersebut dapat meningkatkan nilai produktifitas dibanding dengan biaya operasional.
(e) Sistem proses penyusunan laporan kerja
Bagaimana proses penetapan laporan kerja terkait dengan output produksi adalah penting. Memastikan neraca material seimbang dan sistem perhitungan serta pengukuran kuantitas ditetapkan.
Dalam menetapkan SOP yang terkait dengan manufacturing adalah penting bagi perusahaan untuk dapat menjalankan kelima prinsip tersebut ke dalam sistem. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang efektif dalam menetapan/ menyusun SOP dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Jasa Pembuatan Standard Operating Procedure
Selasa, 07 Oktober 2014
Minggu, 10 Agustus 2014
Prasyarat Penting dalam Mengembangkan Sistem Franchise
Perusahaan Anda akan mengembangkan sistem franchise/ waralaba,
sebelum menjalankan program franchise ada baiknya perusahaan
mempersiapkan beberapa hal yang penting dalam mendesain sistem franchise
yang tepat dan efektif.
Terdapat 5 hal penting yang harus menjadi perhatian penting bagi perusahaan untuk dapat mendesain Sistem Franchise yang tepat dan efektif. Adapun kelima hal penting tersebut adalah sebagai berikut:
(1) Ketersediaan Standard Operational Procedure
Penting bagi perusahaan untuk dapat menciptakan Standard Operational Procedure yang dapat mengendalikan tatanan pekerjaan yang dijalankan di lapangan. Bagaimana perusahaan memastikan bahwa konsep strategis dari suatu proses operasional yang ditetapkan di lapangan dan secara administrasi sangat kuat? Menjadi kebutuhan penting bagi perusahaan untuk dapat memastikan bahwa standar operasional dapat dijalankan pada seluruh bagian franchise agar standard yang ditetapkan tersebut dapat secara efektif terlaksana.
(2) Ketersediaan pusat pelatihan
Sumber daya manusia adalah bagian penting yang menjadi proses dalam membangun keseragaman proses pelayanan secara kuat kepada pelanggan. Aspek kepatuhan dan pelayanan kepada pelanggan menjadi suatu materi penting yang tidak bisa dilepaskan apabila perusahaan akan menjalankan sistem franchise.
(3) Ketersediaan Sistem Pengendalian
Selain dengan menggunakan Standard Operating Procedure, perusahaan juga harus mengembangkan sistem pengendalian. Tujuan terpenting dalam sistem pengendalian yang dibentuk adalah sebagai proses meminimalkan aspek resiko yang muncul terkait dengan manajemen aplikasi pekerjaan yang dijalankan di lapangan maupun proses administrasi yang muncul.
(4) Ketersedian Sistem Teknologi Informasi
Aplikasi dari sistem teknologi informasi menjadi bagian yang sangat penting untuk memastikan bahwa aplikasi sistem dapat menjawab kebutuhan perusahaan. Status pelaksanaan dengan kondisi real time serta keakuratan proses dapat memastikan bahwa standar proses dijalankan secara aman dan efektif.
(5) Ketersediaan Struktur Organisasi yang Tepat
Fungsi dan authorisasi dalam organisasi akan menjadi bagian penting dalam mengembangkan sistem manajemen. Dengan mengembangkan organisasi yang tepat dan menyentuh pada aspek core process dari usaha Anda maka pengembangan franchise dijamin akan efektif dan dapat dijalankan tanpa memberikan kesulitan yang berarti. Pengembangan level menengah dalam bentuk uraian jabatan dan kewenangan dapat memastikan bahwa proses dalam organisasi tersebut dijalankan secara tepat dan efektif.
Apakah perusahaan Anda berminat untuk mengembangkan sistem franchise/ waralaba? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan efektif untuk dapat memastikan bahwa sistem operasional yang dijalankan dalam perusahaan dapat berjalan secara tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com)
Terdapat 5 hal penting yang harus menjadi perhatian penting bagi perusahaan untuk dapat mendesain Sistem Franchise yang tepat dan efektif. Adapun kelima hal penting tersebut adalah sebagai berikut:
(1) Ketersediaan Standard Operational Procedure
Penting bagi perusahaan untuk dapat menciptakan Standard Operational Procedure yang dapat mengendalikan tatanan pekerjaan yang dijalankan di lapangan. Bagaimana perusahaan memastikan bahwa konsep strategis dari suatu proses operasional yang ditetapkan di lapangan dan secara administrasi sangat kuat? Menjadi kebutuhan penting bagi perusahaan untuk dapat memastikan bahwa standar operasional dapat dijalankan pada seluruh bagian franchise agar standard yang ditetapkan tersebut dapat secara efektif terlaksana.
(2) Ketersediaan pusat pelatihan
Sumber daya manusia adalah bagian penting yang menjadi proses dalam membangun keseragaman proses pelayanan secara kuat kepada pelanggan. Aspek kepatuhan dan pelayanan kepada pelanggan menjadi suatu materi penting yang tidak bisa dilepaskan apabila perusahaan akan menjalankan sistem franchise.
(3) Ketersediaan Sistem Pengendalian
Selain dengan menggunakan Standard Operating Procedure, perusahaan juga harus mengembangkan sistem pengendalian. Tujuan terpenting dalam sistem pengendalian yang dibentuk adalah sebagai proses meminimalkan aspek resiko yang muncul terkait dengan manajemen aplikasi pekerjaan yang dijalankan di lapangan maupun proses administrasi yang muncul.
(4) Ketersedian Sistem Teknologi Informasi
Aplikasi dari sistem teknologi informasi menjadi bagian yang sangat penting untuk memastikan bahwa aplikasi sistem dapat menjawab kebutuhan perusahaan. Status pelaksanaan dengan kondisi real time serta keakuratan proses dapat memastikan bahwa standar proses dijalankan secara aman dan efektif.
(5) Ketersediaan Struktur Organisasi yang Tepat
Fungsi dan authorisasi dalam organisasi akan menjadi bagian penting dalam mengembangkan sistem manajemen. Dengan mengembangkan organisasi yang tepat dan menyentuh pada aspek core process dari usaha Anda maka pengembangan franchise dijamin akan efektif dan dapat dijalankan tanpa memberikan kesulitan yang berarti. Pengembangan level menengah dalam bentuk uraian jabatan dan kewenangan dapat memastikan bahwa proses dalam organisasi tersebut dijalankan secara tepat dan efektif.
Apakah perusahaan Anda berminat untuk mengembangkan sistem franchise/ waralaba? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan efektif untuk dapat memastikan bahwa sistem operasional yang dijalankan dalam perusahaan dapat berjalan secara tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com)
Selasa, 15 Juli 2014
Pentingnya Konsultan dalam Mengembangkan Sistem Waralaba
Dalam pengembangan sistem manajemen retail, adalah penting bagi
perusahaan untuk dapat berkembang menjadi lebih maju. Alternatif
perkembangan sangat diperlukan mengingat salah satu strategis dari suatu
sistem manajemen retail adalah pola penempatan retail dalam cabang
operasional pekerjaan yang ada di lapangan. Namun tentu saja penempatan
cabang sangat beresiko terhadap biaya operasional dari perusahaan,
karena dengan pengembangan cabang berarti juga dijalankannya suatu
investasi.
Untuk memastikan bahwa program franchise tersebut dapat dijalankan secara efektif, maka perusahaan sebaiknya memastikan adanya suatu bentuk sistem yang dapat mengendalikan secara tepat dan efektif hubungan antara pihak franchisor dan franchise. Banyak perusahaan dapat mendesain sendiri sistem tersebut, namun juga terdapat beberapa perusahaan yang menggunakan jasa konsultan dalam melakukan proses penyusunan sistem.
Lalu apa peranan konsultan dalam proses pengembangan franchise/waralaba dalam bidang retail.
(1) Menyusun Standard Operating Procedure
Konsultan memiliki kemampuan untuk dapat mengidentifikasi kebutuhan dari sistem yang dimaksud, termasuk di dalamnya adalah memastikan potensi-potensi resiko yang tidak dapat terakomodasi di dalam sistem. Hal ini tentu membutuhkan peranan konsultan yang telah memiliki pengalaman yang memadai dalam mengapikasikan SOP yang dimaksudkan tersebut.
(2) Mengembangkan Konsep Desain dan Strategi Penjualan
Dalam aplikasinya, konsultan memegang peranan penting dalam memastikan bahwa konsep penjualan dan strategi adalah seragam. Kepekaan dan kemampuan dalam mengolah data sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa desain penjualan produk yang ditetapkan tersebut memberikan manfaat yang besar bagi perusahaan.
(3) Mengembangkan Kapasitas SDM (Sumber Daya Manusia)
Peranan konsultan dalam pengembangan franchise adalah turut membantu pengembangan kapasitas sdm. Dalam industri retail, faktor "jasa" memegang peranan yang sangat penting yang tidak bisa dilepaskan dari peranan sdm itu sendiri.
Perusahaan Anda tertarik untuk mengembangkan sistem franchise, sebaiknya pastikan persiapan sistem telah terakomodasi secara tepat dan efektif. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengakomodasi pengembangan sistem franchise dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Untuk memastikan bahwa program franchise tersebut dapat dijalankan secara efektif, maka perusahaan sebaiknya memastikan adanya suatu bentuk sistem yang dapat mengendalikan secara tepat dan efektif hubungan antara pihak franchisor dan franchise. Banyak perusahaan dapat mendesain sendiri sistem tersebut, namun juga terdapat beberapa perusahaan yang menggunakan jasa konsultan dalam melakukan proses penyusunan sistem.
Lalu apa peranan konsultan dalam proses pengembangan franchise/waralaba dalam bidang retail.
(1) Menyusun Standard Operating Procedure
Konsultan memiliki kemampuan untuk dapat mengidentifikasi kebutuhan dari sistem yang dimaksud, termasuk di dalamnya adalah memastikan potensi-potensi resiko yang tidak dapat terakomodasi di dalam sistem. Hal ini tentu membutuhkan peranan konsultan yang telah memiliki pengalaman yang memadai dalam mengapikasikan SOP yang dimaksudkan tersebut.
(2) Mengembangkan Konsep Desain dan Strategi Penjualan
Dalam aplikasinya, konsultan memegang peranan penting dalam memastikan bahwa konsep penjualan dan strategi adalah seragam. Kepekaan dan kemampuan dalam mengolah data sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa desain penjualan produk yang ditetapkan tersebut memberikan manfaat yang besar bagi perusahaan.
(3) Mengembangkan Kapasitas SDM (Sumber Daya Manusia)
Peranan konsultan dalam pengembangan franchise adalah turut membantu pengembangan kapasitas sdm. Dalam industri retail, faktor "jasa" memegang peranan yang sangat penting yang tidak bisa dilepaskan dari peranan sdm itu sendiri.
Perusahaan Anda tertarik untuk mengembangkan sistem franchise, sebaiknya pastikan persiapan sistem telah terakomodasi secara tepat dan efektif. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengakomodasi pengembangan sistem franchise dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Minggu, 13 Juli 2014
Tahap Awal Penyusunan Sistem Franchise
Apakah perusahaan Anda berminat untuk mengembangkan usaha ke dalam
bentuk sistem franchise? Apabila iya, ada baiknya perusahaan Anda
mempelajari terlebih dahulu bagaimana suatu perusahaan dapat
mempersiapkan sistem franchise.
Banyak hal yang menarik yang dapat dipersiapkan sejak dini apabila suatu usaha akan mengembangkan sistem franchise.
(1) Pengembangan omset
Analisis produk yang dijual oleh perusahaan Anda untuk memastikan estimasi dari omset yang selama ini tercapai. Lakukan analisis trend penjualan dan kemampuan untuk menyerap dari pasar terhadap produk yang dikembangkan oleh perusahaan tersebut dapat diterima secara luas. Kemampuan produk Anda untuk "bergerak" di masyarakat/ konsumen adalah dasar penting dalam mengembangkan franchise.
(2) Pengembangan Sistem
Dalam konsep strategi franchise, hal yang terpenting dari suatu perusahaan adalah menyusun sistem. SOP ataupun panduan teknis perlu ditetapkan untuk memastikan adanya suatu "keseragaman" terhadap penggunaan sistem agar output usaha adalah seragam. Fungsi sumber daya manusia sebagai bagian pengakomodasi dari sistem juga dibutuhkan. Pembuatan training centre sebagai pusat pelatihan juga sangat penting agar sumber daya manusia dapat menjalankan sistem secara tepat.
Alternatif penyusunan sistem dapat dilakukan dengan menggunakan sistem IT/ program terintegrasi. Meskipun dengan investasi yang tinggi, namun dengan biaya yang tinggi tersebut perusahaan juga dapat melakukan proses pengawasan secara real time untuk titik cabang dalam jumlah yang banyak.
(3) Brand Management
Pengelolaan merk adalah bagian utama untuk memastikan bahwa seluruh titik franchise anda bergerak secara maksimal. Kekuatan merk dapat membawa peningkatan penjualan secara optimal. Tentu saja agar merk yang ada tersebut menjadi kuat dan memiliki persepsi yang strategis, perusahaan harus dipastikan menyusun program-program yang efektif untuk memastikan brand perusahaan Anda secara kuat dipahami dan dekat dengan pelanggan.
(4) Sales Management
Pengelolaan aktivasi penjualan merupakan konsep yang kuat yang dapat Anda jual. Pengembangan-pengembangan produk baru ataupun program promosi dapat meningkatkan potensi penjualan Anda menjadi suatu proses aktifasi strategis. Penjualan harus dijalankan secara tepat dan efektif. Sales force harus terintegrasi pada seluruh lini karyawan.
Apakah perusahaan Anda telah siap untuk mengembangkan sistem franchise? Evaluasi kondisi perusahaan Anda saat ini dan kemudian lakukan analisis kesiapan perusahaan Anda. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Banyak hal yang menarik yang dapat dipersiapkan sejak dini apabila suatu usaha akan mengembangkan sistem franchise.
(1) Pengembangan omset
Analisis produk yang dijual oleh perusahaan Anda untuk memastikan estimasi dari omset yang selama ini tercapai. Lakukan analisis trend penjualan dan kemampuan untuk menyerap dari pasar terhadap produk yang dikembangkan oleh perusahaan tersebut dapat diterima secara luas. Kemampuan produk Anda untuk "bergerak" di masyarakat/ konsumen adalah dasar penting dalam mengembangkan franchise.
(2) Pengembangan Sistem
Dalam konsep strategi franchise, hal yang terpenting dari suatu perusahaan adalah menyusun sistem. SOP ataupun panduan teknis perlu ditetapkan untuk memastikan adanya suatu "keseragaman" terhadap penggunaan sistem agar output usaha adalah seragam. Fungsi sumber daya manusia sebagai bagian pengakomodasi dari sistem juga dibutuhkan. Pembuatan training centre sebagai pusat pelatihan juga sangat penting agar sumber daya manusia dapat menjalankan sistem secara tepat.
Alternatif penyusunan sistem dapat dilakukan dengan menggunakan sistem IT/ program terintegrasi. Meskipun dengan investasi yang tinggi, namun dengan biaya yang tinggi tersebut perusahaan juga dapat melakukan proses pengawasan secara real time untuk titik cabang dalam jumlah yang banyak.
(3) Brand Management
Pengelolaan merk adalah bagian utama untuk memastikan bahwa seluruh titik franchise anda bergerak secara maksimal. Kekuatan merk dapat membawa peningkatan penjualan secara optimal. Tentu saja agar merk yang ada tersebut menjadi kuat dan memiliki persepsi yang strategis, perusahaan harus dipastikan menyusun program-program yang efektif untuk memastikan brand perusahaan Anda secara kuat dipahami dan dekat dengan pelanggan.
(4) Sales Management
Pengelolaan aktivasi penjualan merupakan konsep yang kuat yang dapat Anda jual. Pengembangan-pengembangan produk baru ataupun program promosi dapat meningkatkan potensi penjualan Anda menjadi suatu proses aktifasi strategis. Penjualan harus dijalankan secara tepat dan efektif. Sales force harus terintegrasi pada seluruh lini karyawan.
Apakah perusahaan Anda telah siap untuk mengembangkan sistem franchise? Evaluasi kondisi perusahaan Anda saat ini dan kemudian lakukan analisis kesiapan perusahaan Anda. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Kamis, 10 Juli 2014
Mengoptimalkan Implementasi Sistem Melalui Perbaikan Kompetensi
Ketika suatu perusahaan menjalankan konsep bertransformasi dari yang
sebelumnya belum memiliki sistem tertulis dengan kemudian menjadi
memiliki suatu bentuk sistem tertulis maka dari situlah transformasi
sistem kompetensi mulai menjadi pertimbangan. Artinya, perusahaan bukan
hanya dipaksa untuk mengubah sistem yang selama ini dimiliki namun juga
diminta untuk menginvestasikan pengembangan sumber daya manusia sesuai
dengan kebutuhan tuntutan sistem.
Sehingga akibat negatif yang timbul dari suatu pengembangan sistem nantinya tidak menyebabkan permasalahan, seperti dimana sistem tersebut tidak dapat berjalan karena kegagalan dari sumber daya manusia menginterpretasi sistem yang telah terbentuk. Lalu bagaimana langkah strategis perusahaan untuk mengantisipasi tersebut.
(1) Investasi Pelatihan
Pengembangan program-program pelatihan sangat dibutuhkan oleh karyawan dalam memahami sistem yang telah dibentuk tersebut. Adanya penambahan faktor kompetensi akan sangat membantu perusahaan dalam menjalankan sistem yang telah ditetapkan tersebut.
(2) Merumuskan Ulang Standar Kompetensi
Perusahaan ada baiknya melakukan proses penetapan ulang terhadap formula kompetensi dari jabatan-jabatan yang ada dalam organisasi. Identifikasi sistem kompetensi yang telah dipersyaratkan dalam jabatan, akan amat sangat membantu perusahaan dalam menyusun program-program pelatihan yang dipeersyaratkan dalam jabatan tersebut.
(3) Menjalankan Sistem Manajemen Unjuk Kerja
Sedikit berbeda dengan penilaian kompetensi, penilaian kinerja dapat dijalankan sebagai bagian dari verifikasi ulang untuk dapat memastikan bahwa sistem yang telah ditetapkan tersebut. Dengan program penilaian tersebut maka secara tidak langsung dapat mempengaruhi sistem realisasi dari pekerjaan yang telah dipersyaratkan dalam manajemen unjuk kerja.
Perusahaan sebaiknya memahami, bahwa dengan hanya memiliki SOP saja tanpa disertai dengan adanya investasi pengembangan SDM maka perjalanan perusahaan dalam mengimplementasikan sistem masih cukup panjang. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Sehingga akibat negatif yang timbul dari suatu pengembangan sistem nantinya tidak menyebabkan permasalahan, seperti dimana sistem tersebut tidak dapat berjalan karena kegagalan dari sumber daya manusia menginterpretasi sistem yang telah terbentuk. Lalu bagaimana langkah strategis perusahaan untuk mengantisipasi tersebut.
(1) Investasi Pelatihan
Pengembangan program-program pelatihan sangat dibutuhkan oleh karyawan dalam memahami sistem yang telah dibentuk tersebut. Adanya penambahan faktor kompetensi akan sangat membantu perusahaan dalam menjalankan sistem yang telah ditetapkan tersebut.
(2) Merumuskan Ulang Standar Kompetensi
Perusahaan ada baiknya melakukan proses penetapan ulang terhadap formula kompetensi dari jabatan-jabatan yang ada dalam organisasi. Identifikasi sistem kompetensi yang telah dipersyaratkan dalam jabatan, akan amat sangat membantu perusahaan dalam menyusun program-program pelatihan yang dipeersyaratkan dalam jabatan tersebut.
(3) Menjalankan Sistem Manajemen Unjuk Kerja
Sedikit berbeda dengan penilaian kompetensi, penilaian kinerja dapat dijalankan sebagai bagian dari verifikasi ulang untuk dapat memastikan bahwa sistem yang telah ditetapkan tersebut. Dengan program penilaian tersebut maka secara tidak langsung dapat mempengaruhi sistem realisasi dari pekerjaan yang telah dipersyaratkan dalam manajemen unjuk kerja.
Perusahaan sebaiknya memahami, bahwa dengan hanya memiliki SOP saja tanpa disertai dengan adanya investasi pengembangan SDM maka perjalanan perusahaan dalam mengimplementasikan sistem masih cukup panjang. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Selasa, 01 Juli 2014
Desain SOP Berdasarkan Standar ISO 9001
Banyak perusahaan berkeinginan untuk memiliki SOP dan sekaligus juga
memiliki sistem ISO 9001. Pertanyaan yang muncul kemudian, apakah kedua
sistem ini dapat berjalan beriringan untuk diimplementasikan dalam
perusahaan? Kedua sistem tersebut tentu saja bisa menjadi penyeimbang
untuk dapat dipergunakan dalam memastikan agar sistem SOP dan Sistem ISO
9001 dapat dijalankan secara efektif.
Lalu bagaimana langkah melakukan proses penyusunan SOP yang berkaidah ISO 9001.
Tahap Pertama, Proses mengidentifikasi Standar ISO 9001
Dalam tahapan proses ini, perusahaan melakukan proses identifikasi terkait dengan klausul-klausul yang dipersyaratkan dalam perusahaan berdasarkan Standar ISO 9001 . Perusahaan harus memastikan adanya pemahaman yang kuat terkait dengan Standar ISO 9001.
Tahap Kedua, Proses menyusun Business Process
Penetapan business process dari organisasi juga menjadi bagian penting dari perusahaan. Bagaimana pola organisasi dengan penetapan pekerjaan yang ada di dalamnya dapat dijelaskan. Business process tersebut kemudian digabungkan dengan konsep PDCA yang terdapat dalam ISO 9001 dengan menggunakan prinsip kaidah perbaikan berkesinambungan.
Tahap Ketiga, Proses Pengembangan Prosedur
Adalah penting apabila prosedur-prosedur kerja yang disusun adalah mengembangkan konsep prosedural yang sistematis yang terkait dengan prosedur yang dipersyaratkan juga dalam ISO 9001. Pengembangan sistem menggunakan kaidah pendekatan proses dan dikembangkan dengan kebutuhan dari persyaratan klausul ISO 9001.
Tahap Keempat, Proses Pengembangan Elemen-elemen dokumentasi
Status pengembangan dari elemen-elemen dokumentasi adalah penting dengan memastikan struktural dokumen dijalankan sesuai dengan standar persyaratan. Adalah penting bagi organisasi untuk dapat mengoptimalkan sistem yang terbentuk dengan mengembangkan level dokumen ke dalam bentuk sistem operasional instruksi kerja, sistem pencatatan (form) serta sistem prosedur antar departemen.
SOP dapat didesain untuk mendukung sistem operasional perusahaan dengan memastikan adanya konsep hubungan dengan Sistem ISO 9001, lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengembangkan sistem operasional. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Lalu bagaimana langkah melakukan proses penyusunan SOP yang berkaidah ISO 9001.
Tahap Pertama, Proses mengidentifikasi Standar ISO 9001
Dalam tahapan proses ini, perusahaan melakukan proses identifikasi terkait dengan klausul-klausul yang dipersyaratkan dalam perusahaan berdasarkan Standar ISO 9001 . Perusahaan harus memastikan adanya pemahaman yang kuat terkait dengan Standar ISO 9001.
Tahap Kedua, Proses menyusun Business Process
Penetapan business process dari organisasi juga menjadi bagian penting dari perusahaan. Bagaimana pola organisasi dengan penetapan pekerjaan yang ada di dalamnya dapat dijelaskan. Business process tersebut kemudian digabungkan dengan konsep PDCA yang terdapat dalam ISO 9001 dengan menggunakan prinsip kaidah perbaikan berkesinambungan.
Tahap Ketiga, Proses Pengembangan Prosedur
Adalah penting apabila prosedur-prosedur kerja yang disusun adalah mengembangkan konsep prosedural yang sistematis yang terkait dengan prosedur yang dipersyaratkan juga dalam ISO 9001. Pengembangan sistem menggunakan kaidah pendekatan proses dan dikembangkan dengan kebutuhan dari persyaratan klausul ISO 9001.
Tahap Keempat, Proses Pengembangan Elemen-elemen dokumentasi
Status pengembangan dari elemen-elemen dokumentasi adalah penting dengan memastikan struktural dokumen dijalankan sesuai dengan standar persyaratan. Adalah penting bagi organisasi untuk dapat mengoptimalkan sistem yang terbentuk dengan mengembangkan level dokumen ke dalam bentuk sistem operasional instruksi kerja, sistem pencatatan (form) serta sistem prosedur antar departemen.
SOP dapat didesain untuk mendukung sistem operasional perusahaan dengan memastikan adanya konsep hubungan dengan Sistem ISO 9001, lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengembangkan sistem operasional. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Selasa, 24 Juni 2014
Menyusun Sistem Franchise pada Manajemen Retail
Salah satu tantangan terbesar dari perusahaan retail adalah kemampuan perusahaan untuk dapat berkembang dengan pemenuhan status partner dalam bentuk sistem franchise. Banyak perusahaan yang ketika membangun sistem francshise bukan menghasilkan suatu dampak positif, namun justru menyebabkan kemunduran dari usaha.
Untuk mendapatkan hasil yang sangat positif, perusahaan harus mempertimbangkan langkah-langkah berikut ketika melakukan proses pengembangan sistem franchise yang ditetapkan dalam perusahaan.
(1) Menyusun Standard Operating Procedure
Kelebihan dari suatu sistem franchise yang kuat adalah memastikan bahwa seluruh sistem dari setiap cabang yang ada sesuai dan sama dengan standar. Produk harus memiliki kualitas dan pelayanan yang sama.
(2) Program Pelatihan & Rekruitmen
Pengembangan program pelatihan & rekruitmen harus dipastikan tersentralistik. Salah satu keunggulan kompetitif dari usaha retail dengan sistem franchise adalah bagaimana memiliki karyawan yang kompeten dalam penyajian kualitas produk. Selain itu pengetahuan sumber daya manusia atas pengetahuan produk juga menjadi bagian penting dari proses pelayanan itu sendiri.
(3) Penampilan fisik outlet
Pengembangan sistem visual merchandise yang tepat dan efektif dapat menarik pelanggan. Pengaruh dari warna outlet serta tata cara penempatan produk juga bisa memberikan efek positif bagi pelanggan. Satu hal yang paling menarik adalah memastikan bahwa manajemen kebersihan dari outlet tersebut terjaga.
Mengembangkan sistem franchise adalah tantangan, namun bukan berarti tidak bisa dijalankan. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan sistem franchise di perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Untuk mendapatkan hasil yang sangat positif, perusahaan harus mempertimbangkan langkah-langkah berikut ketika melakukan proses pengembangan sistem franchise yang ditetapkan dalam perusahaan.
(1) Menyusun Standard Operating Procedure
Kelebihan dari suatu sistem franchise yang kuat adalah memastikan bahwa seluruh sistem dari setiap cabang yang ada sesuai dan sama dengan standar. Produk harus memiliki kualitas dan pelayanan yang sama.
(2) Program Pelatihan & Rekruitmen
Pengembangan program pelatihan & rekruitmen harus dipastikan tersentralistik. Salah satu keunggulan kompetitif dari usaha retail dengan sistem franchise adalah bagaimana memiliki karyawan yang kompeten dalam penyajian kualitas produk. Selain itu pengetahuan sumber daya manusia atas pengetahuan produk juga menjadi bagian penting dari proses pelayanan itu sendiri.
(3) Penampilan fisik outlet
Pengembangan sistem visual merchandise yang tepat dan efektif dapat menarik pelanggan. Pengaruh dari warna outlet serta tata cara penempatan produk juga bisa memberikan efek positif bagi pelanggan. Satu hal yang paling menarik adalah memastikan bahwa manajemen kebersihan dari outlet tersebut terjaga.
Mengembangkan sistem franchise adalah tantangan, namun bukan berarti tidak bisa dijalankan. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan sistem franchise di perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Langganan:
Postingan (Atom)