Dalam pengembangan sistem manajemen retail, adalah penting bagi
perusahaan untuk dapat berkembang menjadi lebih maju. Alternatif
perkembangan sangat diperlukan mengingat salah satu strategis dari suatu
sistem manajemen retail adalah pola penempatan retail dalam cabang
operasional pekerjaan yang ada di lapangan. Namun tentu saja penempatan
cabang sangat beresiko terhadap biaya operasional dari perusahaan,
karena dengan pengembangan cabang berarti juga dijalankannya suatu
investasi.
Untuk memastikan bahwa program franchise tersebut dapat
dijalankan secara efektif, maka perusahaan sebaiknya memastikan adanya
suatu bentuk sistem yang dapat mengendalikan secara tepat dan efektif
hubungan antara pihak franchisor dan franchise. Banyak perusahaan dapat
mendesain sendiri sistem tersebut, namun juga terdapat beberapa
perusahaan yang menggunakan jasa konsultan dalam melakukan proses
penyusunan sistem.
Lalu apa peranan konsultan dalam proses pengembangan franchise/waralaba dalam bidang retail.
(1) Menyusun Standard Operating Procedure
Konsultan
memiliki kemampuan untuk dapat mengidentifikasi kebutuhan dari sistem
yang dimaksud, termasuk di dalamnya adalah memastikan potensi-potensi
resiko yang tidak dapat terakomodasi di dalam sistem. Hal ini tentu
membutuhkan peranan konsultan yang telah memiliki pengalaman yang
memadai dalam mengapikasikan SOP yang dimaksudkan tersebut.
(2) Mengembangkan Konsep Desain dan Strategi Penjualan
Dalam
aplikasinya, konsultan memegang peranan penting dalam memastikan bahwa
konsep penjualan dan strategi adalah seragam. Kepekaan dan kemampuan
dalam mengolah data sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa desain
penjualan produk yang ditetapkan tersebut memberikan manfaat yang besar
bagi perusahaan.
(3) Mengembangkan Kapasitas SDM (Sumber Daya Manusia)
Peranan
konsultan dalam pengembangan franchise adalah turut membantu
pengembangan kapasitas sdm. Dalam industri retail, faktor "jasa"
memegang peranan yang sangat penting yang tidak bisa dilepaskan dari
peranan sdm itu sendiri.
Perusahaan Anda tertarik untuk
mengembangkan sistem franchise, sebaiknya pastikan persiapan sistem
telah terakomodasi secara tepat dan efektif. Lakukan proses pencarian
referensi eksternal yang tepat untuk mengakomodasi pengembangan sistem
franchise dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Selasa, 15 Juli 2014
Minggu, 13 Juli 2014
Tahap Awal Penyusunan Sistem Franchise
Apakah perusahaan Anda berminat untuk mengembangkan usaha ke dalam
bentuk sistem franchise? Apabila iya, ada baiknya perusahaan Anda
mempelajari terlebih dahulu bagaimana suatu perusahaan dapat
mempersiapkan sistem franchise.
Banyak hal yang menarik yang dapat dipersiapkan sejak dini apabila suatu usaha akan mengembangkan sistem franchise.
(1) Pengembangan omset
Analisis produk yang dijual oleh perusahaan Anda untuk memastikan estimasi dari omset yang selama ini tercapai. Lakukan analisis trend penjualan dan kemampuan untuk menyerap dari pasar terhadap produk yang dikembangkan oleh perusahaan tersebut dapat diterima secara luas. Kemampuan produk Anda untuk "bergerak" di masyarakat/ konsumen adalah dasar penting dalam mengembangkan franchise.
(2) Pengembangan Sistem
Dalam konsep strategi franchise, hal yang terpenting dari suatu perusahaan adalah menyusun sistem. SOP ataupun panduan teknis perlu ditetapkan untuk memastikan adanya suatu "keseragaman" terhadap penggunaan sistem agar output usaha adalah seragam. Fungsi sumber daya manusia sebagai bagian pengakomodasi dari sistem juga dibutuhkan. Pembuatan training centre sebagai pusat pelatihan juga sangat penting agar sumber daya manusia dapat menjalankan sistem secara tepat.
Alternatif penyusunan sistem dapat dilakukan dengan menggunakan sistem IT/ program terintegrasi. Meskipun dengan investasi yang tinggi, namun dengan biaya yang tinggi tersebut perusahaan juga dapat melakukan proses pengawasan secara real time untuk titik cabang dalam jumlah yang banyak.
(3) Brand Management
Pengelolaan merk adalah bagian utama untuk memastikan bahwa seluruh titik franchise anda bergerak secara maksimal. Kekuatan merk dapat membawa peningkatan penjualan secara optimal. Tentu saja agar merk yang ada tersebut menjadi kuat dan memiliki persepsi yang strategis, perusahaan harus dipastikan menyusun program-program yang efektif untuk memastikan brand perusahaan Anda secara kuat dipahami dan dekat dengan pelanggan.
(4) Sales Management
Pengelolaan aktivasi penjualan merupakan konsep yang kuat yang dapat Anda jual. Pengembangan-pengembangan produk baru ataupun program promosi dapat meningkatkan potensi penjualan Anda menjadi suatu proses aktifasi strategis. Penjualan harus dijalankan secara tepat dan efektif. Sales force harus terintegrasi pada seluruh lini karyawan.
Apakah perusahaan Anda telah siap untuk mengembangkan sistem franchise? Evaluasi kondisi perusahaan Anda saat ini dan kemudian lakukan analisis kesiapan perusahaan Anda. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Banyak hal yang menarik yang dapat dipersiapkan sejak dini apabila suatu usaha akan mengembangkan sistem franchise.
(1) Pengembangan omset
Analisis produk yang dijual oleh perusahaan Anda untuk memastikan estimasi dari omset yang selama ini tercapai. Lakukan analisis trend penjualan dan kemampuan untuk menyerap dari pasar terhadap produk yang dikembangkan oleh perusahaan tersebut dapat diterima secara luas. Kemampuan produk Anda untuk "bergerak" di masyarakat/ konsumen adalah dasar penting dalam mengembangkan franchise.
(2) Pengembangan Sistem
Dalam konsep strategi franchise, hal yang terpenting dari suatu perusahaan adalah menyusun sistem. SOP ataupun panduan teknis perlu ditetapkan untuk memastikan adanya suatu "keseragaman" terhadap penggunaan sistem agar output usaha adalah seragam. Fungsi sumber daya manusia sebagai bagian pengakomodasi dari sistem juga dibutuhkan. Pembuatan training centre sebagai pusat pelatihan juga sangat penting agar sumber daya manusia dapat menjalankan sistem secara tepat.
Alternatif penyusunan sistem dapat dilakukan dengan menggunakan sistem IT/ program terintegrasi. Meskipun dengan investasi yang tinggi, namun dengan biaya yang tinggi tersebut perusahaan juga dapat melakukan proses pengawasan secara real time untuk titik cabang dalam jumlah yang banyak.
(3) Brand Management
Pengelolaan merk adalah bagian utama untuk memastikan bahwa seluruh titik franchise anda bergerak secara maksimal. Kekuatan merk dapat membawa peningkatan penjualan secara optimal. Tentu saja agar merk yang ada tersebut menjadi kuat dan memiliki persepsi yang strategis, perusahaan harus dipastikan menyusun program-program yang efektif untuk memastikan brand perusahaan Anda secara kuat dipahami dan dekat dengan pelanggan.
(4) Sales Management
Pengelolaan aktivasi penjualan merupakan konsep yang kuat yang dapat Anda jual. Pengembangan-pengembangan produk baru ataupun program promosi dapat meningkatkan potensi penjualan Anda menjadi suatu proses aktifasi strategis. Penjualan harus dijalankan secara tepat dan efektif. Sales force harus terintegrasi pada seluruh lini karyawan.
Apakah perusahaan Anda telah siap untuk mengembangkan sistem franchise? Evaluasi kondisi perusahaan Anda saat ini dan kemudian lakukan analisis kesiapan perusahaan Anda. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Kamis, 10 Juli 2014
Mengoptimalkan Implementasi Sistem Melalui Perbaikan Kompetensi
Ketika suatu perusahaan menjalankan konsep bertransformasi dari yang
sebelumnya belum memiliki sistem tertulis dengan kemudian menjadi
memiliki suatu bentuk sistem tertulis maka dari situlah transformasi
sistem kompetensi mulai menjadi pertimbangan. Artinya, perusahaan bukan
hanya dipaksa untuk mengubah sistem yang selama ini dimiliki namun juga
diminta untuk menginvestasikan pengembangan sumber daya manusia sesuai
dengan kebutuhan tuntutan sistem.
Sehingga akibat negatif yang timbul dari suatu pengembangan sistem nantinya tidak menyebabkan permasalahan, seperti dimana sistem tersebut tidak dapat berjalan karena kegagalan dari sumber daya manusia menginterpretasi sistem yang telah terbentuk. Lalu bagaimana langkah strategis perusahaan untuk mengantisipasi tersebut.
(1) Investasi Pelatihan
Pengembangan program-program pelatihan sangat dibutuhkan oleh karyawan dalam memahami sistem yang telah dibentuk tersebut. Adanya penambahan faktor kompetensi akan sangat membantu perusahaan dalam menjalankan sistem yang telah ditetapkan tersebut.
(2) Merumuskan Ulang Standar Kompetensi
Perusahaan ada baiknya melakukan proses penetapan ulang terhadap formula kompetensi dari jabatan-jabatan yang ada dalam organisasi. Identifikasi sistem kompetensi yang telah dipersyaratkan dalam jabatan, akan amat sangat membantu perusahaan dalam menyusun program-program pelatihan yang dipeersyaratkan dalam jabatan tersebut.
(3) Menjalankan Sistem Manajemen Unjuk Kerja
Sedikit berbeda dengan penilaian kompetensi, penilaian kinerja dapat dijalankan sebagai bagian dari verifikasi ulang untuk dapat memastikan bahwa sistem yang telah ditetapkan tersebut. Dengan program penilaian tersebut maka secara tidak langsung dapat mempengaruhi sistem realisasi dari pekerjaan yang telah dipersyaratkan dalam manajemen unjuk kerja.
Perusahaan sebaiknya memahami, bahwa dengan hanya memiliki SOP saja tanpa disertai dengan adanya investasi pengembangan SDM maka perjalanan perusahaan dalam mengimplementasikan sistem masih cukup panjang. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Sehingga akibat negatif yang timbul dari suatu pengembangan sistem nantinya tidak menyebabkan permasalahan, seperti dimana sistem tersebut tidak dapat berjalan karena kegagalan dari sumber daya manusia menginterpretasi sistem yang telah terbentuk. Lalu bagaimana langkah strategis perusahaan untuk mengantisipasi tersebut.
(1) Investasi Pelatihan
Pengembangan program-program pelatihan sangat dibutuhkan oleh karyawan dalam memahami sistem yang telah dibentuk tersebut. Adanya penambahan faktor kompetensi akan sangat membantu perusahaan dalam menjalankan sistem yang telah ditetapkan tersebut.
(2) Merumuskan Ulang Standar Kompetensi
Perusahaan ada baiknya melakukan proses penetapan ulang terhadap formula kompetensi dari jabatan-jabatan yang ada dalam organisasi. Identifikasi sistem kompetensi yang telah dipersyaratkan dalam jabatan, akan amat sangat membantu perusahaan dalam menyusun program-program pelatihan yang dipeersyaratkan dalam jabatan tersebut.
(3) Menjalankan Sistem Manajemen Unjuk Kerja
Sedikit berbeda dengan penilaian kompetensi, penilaian kinerja dapat dijalankan sebagai bagian dari verifikasi ulang untuk dapat memastikan bahwa sistem yang telah ditetapkan tersebut. Dengan program penilaian tersebut maka secara tidak langsung dapat mempengaruhi sistem realisasi dari pekerjaan yang telah dipersyaratkan dalam manajemen unjuk kerja.
Perusahaan sebaiknya memahami, bahwa dengan hanya memiliki SOP saja tanpa disertai dengan adanya investasi pengembangan SDM maka perjalanan perusahaan dalam mengimplementasikan sistem masih cukup panjang. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Selasa, 01 Juli 2014
Desain SOP Berdasarkan Standar ISO 9001
Banyak perusahaan berkeinginan untuk memiliki SOP dan sekaligus juga
memiliki sistem ISO 9001. Pertanyaan yang muncul kemudian, apakah kedua
sistem ini dapat berjalan beriringan untuk diimplementasikan dalam
perusahaan? Kedua sistem tersebut tentu saja bisa menjadi penyeimbang
untuk dapat dipergunakan dalam memastikan agar sistem SOP dan Sistem ISO
9001 dapat dijalankan secara efektif.
Lalu bagaimana langkah melakukan proses penyusunan SOP yang berkaidah ISO 9001.
Tahap Pertama, Proses mengidentifikasi Standar ISO 9001
Dalam tahapan proses ini, perusahaan melakukan proses identifikasi terkait dengan klausul-klausul yang dipersyaratkan dalam perusahaan berdasarkan Standar ISO 9001 . Perusahaan harus memastikan adanya pemahaman yang kuat terkait dengan Standar ISO 9001.
Tahap Kedua, Proses menyusun Business Process
Penetapan business process dari organisasi juga menjadi bagian penting dari perusahaan. Bagaimana pola organisasi dengan penetapan pekerjaan yang ada di dalamnya dapat dijelaskan. Business process tersebut kemudian digabungkan dengan konsep PDCA yang terdapat dalam ISO 9001 dengan menggunakan prinsip kaidah perbaikan berkesinambungan.
Tahap Ketiga, Proses Pengembangan Prosedur
Adalah penting apabila prosedur-prosedur kerja yang disusun adalah mengembangkan konsep prosedural yang sistematis yang terkait dengan prosedur yang dipersyaratkan juga dalam ISO 9001. Pengembangan sistem menggunakan kaidah pendekatan proses dan dikembangkan dengan kebutuhan dari persyaratan klausul ISO 9001.
Tahap Keempat, Proses Pengembangan Elemen-elemen dokumentasi
Status pengembangan dari elemen-elemen dokumentasi adalah penting dengan memastikan struktural dokumen dijalankan sesuai dengan standar persyaratan. Adalah penting bagi organisasi untuk dapat mengoptimalkan sistem yang terbentuk dengan mengembangkan level dokumen ke dalam bentuk sistem operasional instruksi kerja, sistem pencatatan (form) serta sistem prosedur antar departemen.
SOP dapat didesain untuk mendukung sistem operasional perusahaan dengan memastikan adanya konsep hubungan dengan Sistem ISO 9001, lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengembangkan sistem operasional. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Lalu bagaimana langkah melakukan proses penyusunan SOP yang berkaidah ISO 9001.
Tahap Pertama, Proses mengidentifikasi Standar ISO 9001
Dalam tahapan proses ini, perusahaan melakukan proses identifikasi terkait dengan klausul-klausul yang dipersyaratkan dalam perusahaan berdasarkan Standar ISO 9001 . Perusahaan harus memastikan adanya pemahaman yang kuat terkait dengan Standar ISO 9001.
Tahap Kedua, Proses menyusun Business Process
Penetapan business process dari organisasi juga menjadi bagian penting dari perusahaan. Bagaimana pola organisasi dengan penetapan pekerjaan yang ada di dalamnya dapat dijelaskan. Business process tersebut kemudian digabungkan dengan konsep PDCA yang terdapat dalam ISO 9001 dengan menggunakan prinsip kaidah perbaikan berkesinambungan.
Tahap Ketiga, Proses Pengembangan Prosedur
Adalah penting apabila prosedur-prosedur kerja yang disusun adalah mengembangkan konsep prosedural yang sistematis yang terkait dengan prosedur yang dipersyaratkan juga dalam ISO 9001. Pengembangan sistem menggunakan kaidah pendekatan proses dan dikembangkan dengan kebutuhan dari persyaratan klausul ISO 9001.
Tahap Keempat, Proses Pengembangan Elemen-elemen dokumentasi
Status pengembangan dari elemen-elemen dokumentasi adalah penting dengan memastikan struktural dokumen dijalankan sesuai dengan standar persyaratan. Adalah penting bagi organisasi untuk dapat mengoptimalkan sistem yang terbentuk dengan mengembangkan level dokumen ke dalam bentuk sistem operasional instruksi kerja, sistem pencatatan (form) serta sistem prosedur antar departemen.
SOP dapat didesain untuk mendukung sistem operasional perusahaan dengan memastikan adanya konsep hubungan dengan Sistem ISO 9001, lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengembangkan sistem operasional. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Langganan:
Postingan (Atom)